Organisasi Radio Wifi Kuningan (ORWIN) | Situs Tutorial Mikrotik Dan Proxy | Indonesia: Ethernet
News Update
Loading...
Showing posts with label Ethernet. Show all posts
Showing posts with label Ethernet. Show all posts

Tuesday, May 14, 2019

Solusi Interface Ethernet Status Selalu R Running

Solusi Interface Ethernet Status Selalu R Running

Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? Pertanyaan ini juga ada di benak aku dikala Saya meng-Install Mikrotik x86 pada PC. Sebagai catatan Mikrotik RouterOS x86 yakni versi RouterOS yang khusus di desain untuk PC/Server dengan arsitektur x86 (32 bit). Usai proses instalasi Mikrotik x86 di PC, aku coba cek apakah interface ether nya terbaca atau tidak, mengingat aku pasang juga 2 x 4 port RB44GE. 


Sedikit terkejut dikala melihat status Interface Ethernet Mikrotik nya "R" semua yang mengindikasikan jikalau port ethernet nya ada kabel yang nyolok. Padahal PC belum konek ke mana-mana. Jika dilihat pada status detail pada interface nya pun keterangan Rate nya unknown, walaupun state nya Running tapi indikasi no link.



Begini jawabannya :

Secara default, Mikrotik x86 menempatkan konfigurasi pada Ether untuk command disable-running-check pada posisi yes. Hal ini menyebabkan Semua Ether dalam status 'R'. Kenapa? Berikut klarifikasi dari wiki.mikrotik.com.
Disable running check. If this value is set to 'no', the router automatically detects whether the NIC is connected with a device in the network or not. Default value is 'yes' because older NICs do not support it. (only applicable to x86)
Pada intinya, command disable-running-check=yes ini sengaja dibentuk default, sebab tidak semua NIC (Network Interface Card) dapat mendeteksi apakah port ether nya konek ke perangkat lain apa tidak, terutama pada NIC jadul. Namun, untuk perangkat jaman kini tampaknya sudah tidak memerlukan hal tersebut.

Nah, udah terang kan jawabannya?
Sekarang lanjut ke cara mengatasi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
1. Masuk ke Terminal Mikrotik
2. Ganti command disable-running-check=yes ke no. Berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0
itu command untuk ether 1, untuk ether lainnya ganti numbers nya. Jika ether nya banyak, dapat gunakan koma.

Contoh nya untuk ether 1 - ether 10 berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

Hasilnya menyerupai yang ditunjukkan gambar di atas.
Oke terjawab sudah pertanyaan Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? beserta Solusi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
Semoga bermanfaat :)
Pilih Bridging Atau Switching Master/Slave Port?

Pilih Bridging Atau Switching Master/Slave Port?

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pertanyaan ini mungkin muncul saat kita ingin menciptakan beberapa interface pada mikrotik untuk menjadi satu segment. Ada beberapa pilihan cara yang bisa kita gunakan, diantaranya ialah bisa memakai teknik Bridging atau memakai Switching memanfaatkan mode Master port dan Slave Port. Keduanya memperlihatkan hasil yang seakan sama, namun bahwasanya ada perbedaan nya.

Switching Master/Slave Port

 

Konfigurasi Switching Master/Slave Port memakai chip khusus switching yang tertanam pada RouterBoard, sehingga tidak membebani CPU. Mikrotik tidak akan mendapat beban terlalu besar dari switching pada CPU nya walaupun traffik yang lewat sangat tinggi. Ilustrasinya menyerupai pada gambar di atas. Dari gambar ilustrasi di atas sanggup dilihat bahwa eth2 bertindak sebagai Master Port dan eth3-5 sebagai Slave Port yang memakai switching chip.

Kemampuan Port Switching ini berbeda-beda untuk tiap switching chip yang tertanam pada RouterBoard. 

Bridging Port

 

Dengan melaksanakan Mikrotik Cloud Router Switch (CRS).



Dengan memakai bridge kita sanggup menanggulangi network loop dengan mudah, yakni memakai protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

Kaprikornus pada pada dasarnya kedua metode tersebut sama saja, hanya bedanya pada kecepatan vs fitur. Kalau spesifikasi mikrotik anda sudah tinggi, dan traffic gak terlalu besar, bisa pakai bridge saja. Tapi kalau sebaliknya mendingan pakai switching.

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done